Headline News

Oase Tarbiyah

..Ma Ternyata Aku Telah Jatuh Cinta Lagi…


Aku mengejarnya sampai pintu kamar, dan ” Brukkh…” pintu kamar dibanting dengan paksa. Istriku terlanjur marah tanpa sempat mendengar penjelasanku, padahal aku sebagai suaminya, tak mungkin mau menyakiti perasaanya. Karena dialah satu-satunya perempuan yang paling aku sayangi, hanya dialah yang selalu menemaniku disaat suka maupun duka. Disaat aku kepanasan dia berlari memberiku sebuah payung keteduhan. Disaat aku menggigil kedinginan dengan suka cita dia memberi satu kehangatan yang tiada tara. Sampai hatikah aku menghianatinya. terus apa yang salah dengan perkataanku, apa dia terpengaruh dengan bacaaan dalam tabloid tadi, atau istriku terlalu sensitif, apalagi akhir-akhir ini banyak pemberitaan di media masa tentang perselingkuhan, nikah siri, poligami, atau………, akh dasar wanita emang punya sifat yang terlalu sensitif.
” Ma, buka pintunya dong! dengarkan dulu penjelasanku! ”
” Tidak!, pergi saja ke perempuan sialan itu, ini gara-gara Reuni-an kemarin, Papa bersikap seperti itu ”
Akupun tersenyum pahit mendengar kata-kata istriku. Memang kuakui seminggu yang lalu aku sempat kumpul-kumpul bersama teman2 semasa SMA-ku dulu, bercanda bersama, makan bersama, melepas rindu bersama-sama setelah sekian lama tidak bertemu, berpelukan bahkan berciuman, suasananya begitu asyik sekali sampai-sampai kamipun lupa akan statusnya masing-masing. Tidak aku pungkiri akupun bertemu dengan seseorang yang pernah aku sayangi, yang dulu sempat singgah di hatiku. akupun tidak tahu sepertinya hatiku bergejolak saat aku beradu pandang dengannya, seakan kenangan saat-saat kami berdua dulu, muncul begitu saja, mungkin kata anak sekarang CLBK,…hehehehe…:-). Yang aku tak mengerti sampai sekarang, mengapa dia masih belum mau memiliki seorang pendamping, padahal apa yang kurang dari dirinya.
Kecantikan? dia adalah salah satu gadis yang jadi rebutan pada masa itu, kekayaan? dia sudah bekerja pada salah satu perusahaan asing terkenal,..apa lagi?… ah.. masabodo, aku ga peduli, toh aku dan dia bukan siapa-siapa lagi, aku sudah memiliki seorang isteri yang setia, aku tak mungkin menduakan cintanya.
Kemudian aku tinggalkan istriku sendirian dengan perasaan tak menentu. Mungkin inilah satu-satunya jalan terbaik agar rasa amarahnya tidak sampai berlarut-larut.
Dari samping pesawat telepon rumahku, kuambil secarik kertas, lalu jari jemariku menari dengan lincahnya, kalimat demi kalimat aku tulis.

    Untuk Mama tercinta
    Maafkan aku! Ma, bila kata-kataku tadi membuatmu marah
    Tapi dengan marahmu itu, Aku bisa tahu ternyata Mamah masih sayang sama Papa
    Begitu besar rasa cintamu padaku, rasanya aku tak sanggup untuk menghianatimu, Mama
    Engkaulah satu-satunya perempuan yang mengerti perasaan ku Engkaulah perempuan yang selalu menjadikan aku seorang yang tegar
    Kau berikan aku semangat disaat aku kelelahan
    Kau bangkitkan aku disaat aku terjatuh
    Sungguh besar perhatianmu padaku
    Rasanya aku tak sanggup membalas semua ketulusanmu
    Ma, ternyata aku telah jatuh cinta lagi
    Tapi bukan kepada perempuan lain,
    Aku jatuh cinta lagi pada Mama seorang
    Aku jatuh cinta lagi untuk kesekian kalinya, Ma
    Sungguh aku tak mungkin bisa meninggalkanmu
    Cintaku dan sayangku hanya untuk Mama seorang.

Ya, aku telah jatuh cinta untuk kesekian kalinya, pada perempuan yang sama, isteriku, aku yakin semua orang juga berhak untuk jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Orang yang sangat di cintai, suaminya atau istrinya atau pacarnya sendiri.
Setelah selesai menulis kata demi kata, lalu kusimpan tulisanku tadi di atas meja, tidak lupa aku petik setangkai bunga dari halaman belakangku, kusandingkan dengan tulisanku tadi.
Kemudian akupun keluar mengajak putriku jalan-jalan dengan santainya di sekitar complek perumahan yang telah lama aku tempati. Aku coba melupakan apa yang telah terjadi dengan istriku.
Diluar kurasakan angin bertiup tenang. Ku lihat langit cerah, secerah anak-anak yang berlarian di tengah taman. Dengan tawa riangnya yang khas, aku rasa mereka sangat bahagia. Mungkin sudah lama mereka merindukan saat-saat seperti ini, setelah beberapa hari kemarin diliputi mendung dan hujan yang tiada henti.
Tidak lama setelah itu, Nokia-ku berbunyi pertanda ada pesan masuk, aku buka ternyata dari istriku,
“Maafkan aku! sayang, aku sudah salah menduga, ‘n terimakasih bunganya.
..Ma Ternyata Aku Telah Jatuh Cinta Lagi… Reviewed by Ziyad Al-Khoir on 18:51 Rating: 5

No comments:

Copyright by Writingspedia © 2010 - 2016 All Rights Reserved

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ziyadul Muttaqin. Powered by Blogger.