Kebahagiaan

Kebahagiaan ialah
Ketika
keberadaanku
diakui oleh Alam
Kebahagiaan ialah

Ketika
tubuh ini sanggup
mengekspresikan hidup
dengan ikhlas

Kebahagiaan ialah
Ketika
ku sanggup mewujudkan
apa yang menjadi kebahagiaan
orang yang ku cintai

Dan
Kebahagiaan sejati ialah
Ketika
Hati ini
ridlo dengan ketetapan takdir-Nya


Ziyadul Muttaqin
28/09/2010 00:26 wib

Renunganku

Renunganku
Ketika
Seseorang merasa
paling benar,
maka saat itulah
ia akan menjadi paling salah.
 
Ketika
seseorang banyak
berkata kata,
maka saat itulah
ia akan menjadi banyak menyesal.

Ketika
seseorang telah
banyak bergurau,
maka saat itulah
ia akan kehilangan
hikmah lisannya.

Ketika
seseorang banyak membantah,
maka saat itulah
ia akan kehilangan
kepercayaan orang lain.

Ziyadul Muttaqin, 
12/08/2010 20:50 wib

Adakah Sahabat Sejati?

Aku ingin sahabat yang sejati, tidak sekedar teman,tapi sahabat yang mengerti apa yang menjadi kebutuhan ku, mengerti akan perasaanku. Memang, sesekali kudengar nyanyian merdu tentang persahabatan dan persaudaraan, tapi berulang kali kusaksikan orang orang yang jiwanya terperangkap dalam perburuan arti persahabatan justru tidak tau apa arti persahabatan itu sendiri.

Ingin kusampaikan kepadamu bila persahabatan memanggilmu, ikutilah dengan rasa rindu dan semangat akan cinta dan kasih sayang persahabatan,walau dalam perjalanan harus melintasi batu batu duka yang menjadi penghalang, yang membutakan jiwa, didera deru derita sekalipun!. Karena rintiahanmu yang penuh luka akan berujung pada kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata kata.

Salam cinta dari sahabat..

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir.

Ada Tetesan Terakhir
Tetesan Terakhir
Pasar malam dibuka di sebuah kota .Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.
‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: ‘Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!’
Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : ‘Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?’

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. ‘Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.’ Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan ‘ting!’ setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.
Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, ‘Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?’
‘Begini,’ jawab wanita itu, ‘Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.
Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku’.

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan.
Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

‘Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya’, demikian kata seorang bijak.
Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. (Bits & Pieces, The Economics Press)

Arti Sebuah Kehilanngan

Arti Sebuah Kehilangan
Arti Sebuah Kehilangan
Kehilangan seorang anak tanyakan kepada seorang ibu?
Kehilangan suami tanyakan kepada seorang istri?
Kehilangan lelaki tanyakan kepada seorang wanita?
Kehilangan ayah tanyakn kepada keluarga kecilnya?
Apapun itu, kehilangan ada adalah rasa yang tidak menyenangkan..
Kehilangan adalah absolut, mutlak
Sejatinya manusia akan mengalami kehilangan
Tak dapat terela-kan..

Jika harus hilang, berarti memang waktunya sudah habis untuk kita peluk.
Lepaskan kehilanganmu jangan menahannya, itu akan mengobati kehilanganmu.
Cintai yg kau miliki sebelum dia hilang.
Genggam apa yg bisa kau genggam,
Jika ia memilih untuk hilang,

Dan kau pun telah lelah, tak berdaya, biarkan dia hilang.
Dalam kehilangan ada satu hal yg tidak akan pernah hilang
Kenangan, yang harus kau jaga sebagai bukti kau pernah mengalmi kehilangan.
Jika kita kehilangan sesuatu, cobalah mencari sesuatu yang lain
Yang dapat mengisinya, bukan menggantikannya
Karna setiap peran dalam diri adalah cahaya yang berbeda

Dan warna yg berbeda
Jangan terperangkap dalam kehilangan mu
life is a journey...

Dan kehilangan adalah bagian dari hidup
Ketika kita telah merasakan kehilangan, mungkin membuat kita paham
Hidup tidaklah abadi dan kekal

Dan kita pun akan hilang dalam dunia ini.