Jika Masih Sakit Hati Karena Tidak Dihormati, Kamu Belum Layak Menjadi Orang yang Terhormat !
Orang yang benar-benar terhormat tidak membangun istananya di atas tanah rentan berupa pujian dan penghormatan sesaat. Ia mendirikan bentengnya di atas bukit integritas yang kokoh, di mana angin sikap manusia tidak mampu menggerakkan fondasinya. Ketika dunia berubah sikap dan tidak memberinya penghormatan yang ia terima sebelumnya, ia tidak goyah. Sebab, martabatnya bukanlah lentera yang dinyalakan oleh orang lain, melainkan matahari dalam dirinya yang tetap bersinar bahkan dalam gelap. Ketidakacuhan atau sikap tidak sopan dari luar hanya bagai kabut pagi yang akan lenyap ditelan terangnya kesadaran akan nilai diri yang sejati.
Rasa sakit hati itu sendiri bukanlah musuh yang harus dibunuh, melainkan seorang guru yang keras namun bijak. Ia adalah tanda bahwa ego kita masih merindukan validasi, seperti anak kecil yang merentangkan tangan menunggu pelukan. Jangan hakimi rasa ini, tetapi peluklah dengan penuh pengertian. Dari sanalah, di antara remuknya hati yang bergantung pada dunia luar, benih kedewasaan mulai bertunas. Kita belajar membedakan: mana harga diri yang sejati, yang lahir dari menghormati diri sendiri, dan mana sekadar gengsi yang ingin dipamerkan. Proses ini adalah metamorfosis, dari kepompong yang rapuh menjadi kupu-kupu yang merdeka, terbang dengan sayapnya sendiri tanpa menengok ke bawah untuk melihat siapa yang sedang menatap.
Akhirnya, kehormatan sejati berwujud
ketenangan yang dalam. Ia adalah samudra yang tetap luas dan hening, sekalipun
permukaannya dihantam badai ketidakpedulian. Orang yang terhormat tidak sibuk
mengutuk angin yang tidak mengarahkan layarnya, karena ia tahu arah pelayaran
ditentukan oleh kompas di dalam hatinya. Ia tetap tenang, sebab ia mengenal
dirinya dengan intim, lebih dari sekadar citra yang dikenakan untuk dunia.
Bahkan ketika seluruh dunia salah membaca peta jiwanya, ia tidak perlu
berteriak membenarkan diri. Sebab, kehormatan yang sebenarnya adalah musik yang
hanya bisa didengar dengan jelas dalam kesunyian jiwa yang telah berdamai
dengan keberadaannya sendiri.

Post a Comment for "Jika Masih Sakit Hati Karena Tidak Dihormati, Kamu Belum Layak Menjadi Orang yang Terhormat !"